Dweller

Advertise

­ ­

Thursday, January 20, 2011

7 Promosi Terburuk Perusahaan Besar Dunia

Iklan Promosi biasa dilakukan untuk membuat orang tahu akan keberadaan suatu produk. Tetapi sayangnya tidak semua iklan promo itu sukses. Maunya untung tapi malah jadi senjata makan tuan. Berikut peristiwanya.

1. Bos Pede LifeLock
 
LifeLock adalah perusahaan penyimpan data pribadi. Mereka menjamin keamanan data yang dimiliki nasabahnya, dengan melakukan sebuah promosi yang absurd. CEO LifeLock, Todd Davis, rela memajang nomor jaminan sosialnya disamping minibus perusahaan. Padahal kalo di Amrik nomor jaminan social digunakan untuk berbagai macam hal termasuk melakukan pinjaman ke bank.
 
Niat David, karena dia percaya keamanan yang dimiliki oleh perusahaannya, dia nggak perlu takut untuk memasang nomor jaminan sosialnya dimana-mana. Soalnya nggak akan ada yang bisa mencuri data yang dia miliki.
 
Dan David salah. Ada 25 kali usaha menggunakan nomornya untuk melakukan pinjaman uang ke bank. Ada yang gagal, tetapi ada juga yang berhasil, dan mendapatkan pinjaman uang 500 dollar. 

2. Tragedi Es Mencair
 
Snapple adalah produsen es krim dari New Zealand. Niatnya memecahkan rekor Guiness World Record, sebagai pembuat ice pop terbesar, dari minuman kiwi-strawberry buatan Snapple.

Nah, Sumber permasalahannya... Rencana itu dibuat pada pertengahan Juni (alias musim panas). Yang ada ketika truk pengangkut es krim datang ke lokasi, esnya mencair, menciptakan danau es krim buatan. Udah gitu menara yang akan dibuat dari ice pop itu urung berdiri. Padahal kalo nggak gagal, menara ice pop setinggi 26 kaki itu yang akan memecahkan rekor. 


3. KFC dan Pepsi 
 
Pepsi dan KFC membuat promo yang di tayangkan di show-nya Oprah Winfrey. Promo itu menyebutkan, Pepsi dan KFC akan bagi-bagi tiket gratis pertandingan New York Yankees, untuk mereka yang membeli paket KFC dan Pepsi.

Berhubung ditayangkan di acara yang paling banyak ditonton warga Amrik (penontonnya jutaan gan ), bisa ketebak yang datang ke gerai KFC bejibun. Dan bisa ditebak, jumlah tiket yang disalurkan nggak sesuai dengan jumlah pengunjung yang datang. Hasilnya? Rada chaos. Bahkan Pepsi ampe didemo oleh pelanggan yang nggak puas. 


4. SanDisk Berusaha Mengalahkan Apple
 
Apple berhasil mengecapkan posisi yang jelas di mata penggunanya. Sebagai gadget yang stylish. Walaupun fungsi-fungsinya nggak jauh beda dengan gadget lainnya, tetapi ketika menggunakan Apple “gengsi”-nya dijamin naik berlipat-lipat.
 
Ini yang coba diganggu oleh SanDisk. Ketika meluncurkan produk MP3 player terbarunya, Sansa, mereka melakukan kampanye, yang disebut iDont. Dalam iklan itu diperlihatkan kalo pengguna Apple adalah hewan-hewan bodoh, macam simpanse, keledai,dan domba.
 
Niatnya sih, menyindir pengguna iPod, yang dianggap Cuma bisa ikut-ikutan tren, dan ngga punya pilihan (walaupun mereka tahu kalo produk Apple itu Cuma menang di bentuknya yang keren). Bukannya berhasil, malah nggak ada yang perduli dengan Sansa. Hasilnya Sansa nggak bias mengalahkan iPod. Bahkan untuk melewati angka jualan MP3 player buatan Microsoft, Zune, pun Sansa nggak bisa. 


5. Pengorbanan Ala Sony
 
Ketika merilis game God of War, Sony membuat perayaan yang didekatkan dengan mitologi Yunani. Nggak tanggung-tanggung, entah dapat ide dari mana, Sony membawa acara pengorbanan kambing ke atas panggung. Pengunjung yang datang jelas shock melihat peristiwa tersebut.
6. Pengeboman Parno Cartoon Network
 
Niatnya sih ingin melakukan promosi film animasi terbaru dari Cartoon Network, Aqua Teen Hunger Force. Cartoon Networks menyewa dua ahli perikalanan Sean Stevens dan Peter Berdovsky. Keduanya memutuskan untuk menggantung dua layar LED di beberapa kota di Amrik. Ceritanya layar LED itu akan memancarkan cahaya yang mirip dengan karakter yang ada di Film animasi tersebut.
 
Sayangnya ketika dipasang di Boston, penduduk kota itu malah parno dan menganggap layar LED itu sebuah alat peledak. Hasilnya kepolisian harus melakukan blockade jalan utama dan jembatan-jembatan penting di kota itu. Hal ini tentu nggak akan kejadian kalo kedua orang itu melakukan koordinasi dengan pemerintah kota dan kepolisian Boston. Makin tolol ketika melakukan konferensi pers tentang kejadian itu, bukannya minta maaf, keduanya malah asyik ngebahas model rambut mereka. Walahh..parah… 


7. MP3 Player-nya McDonald                                                                                                            
 
Niatnya sih seru, McDonald Jepang melakukan kontes, berhadiah 10 ribu unit MP3 Player. Sayangnya ketika sampai ke tangan pemenang, MP3 playernya sudah berisikan 10 lagu (hal yang tabuh di Jepang, karena dianggap membajak), plus virus QQPass Trojan Walmare. Virus ini sih yang paling parah, karena mampu membaca login dan password email.
 
Tau aktivitas promonya bermasalah, McD langsung menarik semua hadiah yang sudah ada di tangan pemenang. Kampanye promo ini menjadi satu yang terburuk yang pernah dilakukan McD. 

sumber: kaskus.

0 komentar:

Post a Comment

 
Powered by Blogger